1. Pengguna harus menjalani pelatihan yang ketat. Saat menggunakan alat penyemprot untuk pertama kali, penyemprot sawah harus memahami buku petunjuk pengoperasian dan pemeliharaan untuk mengetahui kinerja mesin dan tindakan pencegahan dalam penggunaannya.
2. Operator harus mengenakan pakaian panjang, celana panjang, sepatu bot, dan memakai masker, sarung tangan, dan kacamata pelindung saat menyemprotkan obat untuk mencegah keracunan.
3. Bersihkan dan periksa alat penyemprot. Bersihkan tong obat untuk menghindari kerugian yang tidak perlu akibat sisa obat dari semprotan terakhir. Periksa posisi level oli mesin, dan penyemprot sawah profesional tidak boleh lebih rendah dari skala standar, dan warnanya normal serta kekentalannya sesuai. Periksa level oli pelumas pada pompa bertekanan tinggi, dan tidak boleh lebih rendah dari garis skala. Periksa apakah bensin mencukupi dan filter udara bersih. Apakah berbagai sekrup pengencang sudah dikencangkan, apakah panjang pipa bertekanan tinggi cukup, dan apakah ada kerusakan.
4. Sebelum memulai, operator menutup katup saluran keluar air, membuka pegangan pembongkaran agar tekanannya hilang, dan mengatur tekanan pompa bertekanan tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Untuk menghidupkan mesin dalam keadaan dingin, pertama-tama tutup throttle, buka throttle ke posisi awal atau lebih tinggi, lalu buka throttle pada waktu yang tepat setelah dihidupkan. Saat mesin sedang panas, peredam bisa dibuka untuk menghidupkan.
5. Buka katup saluran keluar air, sesuaikan pompa bertekanan tinggi ke tekanan yang diperlukan, dan semprotkan dengan kecepatan konstan. Waktu kerja penyemprot yang terus menerus tidak boleh melebihi 4 jam.